HERNIA
Yaitu protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutanl..
Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek/bagian lemah dari lapisan otot dinding perut.
Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia.
Berdasarkan terjadinya hernia dibagi :
Hernia bawaan/ kongenital
Hernia dapatan / akuisita
Berdasarkan letaknya dibagi (di antaranya):
h. hiatal
H. umbilikal
H. inguinal
H. femoral
Dan lain-lain
Menurut sifatnya hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk.. Usus keluar jika penderita berdiri atau mengedan dan masuk lagi bila penderita berbaring atau didorong masuk, tak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus.
Bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia ireponibel. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia.
Bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, disebut h inkarserata atau strangulata.
Jadi H inkarserata ialah hernia ireponibel dengan gangguan pasase.
Sedang H strangulata ialah h ireponibel dengan gangguan vaskularisasi
Hernia inkarserata merupakan penyebab obstruksi usus nomor satu di Indonesia
Beberapa jenis hernia yang banyak terjadi
1 hernia inguinalis
Pada bayi dan anak faktor penyebabnya adalah tidak menutupnya prosesus vaginalis.
klinis: benjolan di lipat paha yang muncul waktu berdiri, batuk, bersin mengedan dan hilang saat berbaring. Nyeri, mual dan muntah timbul bila telah ada inkarserasi/strangulasi.
Bayi dan anak sering gelisah, banyak menangis, dan kadang perut kembung, harus dipikirkan kemungkinan hernia strangulata
Penanganan : herniotomi dilakukan sedini mungkin karena bahaya inkarserata/stranggulata
2. Hernia femoralis
banyak dijumpai padda wanita usia tua
Akibat peninggian tekanan intraabdomen, lewat canalis femoralis
3. Hernia umbilikalis
merupakan hernia kongenital pada umbilikus yang hanya ditutup peritoneum dan kulit. Terdapat pada ± 20% bayi dan lebih tinggi lagi pada bayi prematur. Tak ada perbedaan angka kejadian antara bayi laki-laki dan perempuan.
Lanjutan henia umbilikalis....
Tampak sebagai penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cicin umbilikus
akibat peninggian tekanan intraabdomen, biasanya saat bayi menangis.
tidak menimbulkan nyeri dan sangat jarang timbul inkarserasi.
Penanganan hernia umbilikalis
Bila cincin hernia < 2cm, umumnya akan regresi spontan
Usaha mempercepat penutupan: memasang plester, koin
Bila sampai 1,5 tahun masih menonjol, diperlukan koreksi bedah.
Ada teori lain ditunggu sampai 2 tahun
H umbilikalis pada dewasa : kehamilan, obesitas, asites.
4. Hernia hiatal
Esofagus masuk ke dalam abdomen melalui lubang diafragma dan mengosongkan diri pada ujung bawah ke dalam bagian atas lambung. Normalnya lubang dalam diafragma mengelilingi esofagus dengan kencang dan lambung berada sepenuhnya dalam abdomen, pada hernia ini lubang didiafragma yang dilewati oleh esofagus menjadi membesar dan bagian atas lambung cenderung untuk menggerakkan ke atas bagaian bawah thoraks
ASKEP :
1.Pengkajian
2. Diagnosis keperawatan
3. Intervensi, implementasi dan evaluasi keperawaatan
HERNIA
Yaitu protrusi atau penonjolan isi suatu rongga melalui defek atau bagian lemah dari dinding rongga bersangkutanl..
Pada hernia abdomen, isi perut menonjol melalui defek/bagian lemah dari lapisan otot dinding perut.
Hernia terdiri dari cincin, kantong dan isi hernia.
Berdasarkan terjadinya hernia dibagi :
Hernia bawaan/ kongenital
Hernia dapatan / akuisita
Berdasarkan letaknya dibagi (di antaranya):
h. hiatal
H. umbilikal
H. inguinal
H. femoral
Dan lain-lain
Menurut sifatnya hernia dapat disebut hernia reponibel bila isi hernia dapat keluar masuk.. Usus keluar jika penderita berdiri atau mengedan dan masuk lagi bila penderita berbaring atau didorong masuk, tak ada keluhan nyeri atau gejala obstruksi usus.
Bila isi kantong hernia tidak dapat dikembalikan ke dalam rongga disebut hernia ireponibel. Ini biasanya disebabkan oleh perlekatan isi kantong pada peritoneum kantong hernia.
Bila isi hernia terjepit oleh cincin hernia, disebut h inkarserata atau strangulata.
Jadi H inkarserata ialah hernia ireponibel dengan gangguan pasase.
Sedang H strangulata ialah h ireponibel dengan gangguan vaskularisasi
Hernia inkarserata merupakan penyebab obstruksi usus nomor satu di Indonesia
Beberapa jenis hernia yang banyak terjadi
1 hernia inguinalis
Pada bayi dan anak faktor penyebabnya adalah tidak menutupnya prosesus vaginalis.
klinis: benjolan di lipat paha yang muncul waktu berdiri, batuk, bersin mengedan dan hilang saat berbaring. Nyeri, mual dan muntah timbul bila telah ada inkarserasi/strangulasi.
Bayi dan anak sering gelisah, banyak menangis, dan kadang perut kembung, harus dipikirkan kemungkinan hernia strangulata
Penanganan : herniotomi dilakukan sedini mungkin karena bahaya inkarserata/stranggulata
2. Hernia femoralis
banyak dijumpai padda wanita usia tua
Akibat peninggian tekanan intraabdomen, lewat canalis femoralis
3. Hernia umbilikalis
merupakan hernia kongenital pada umbilikus yang hanya ditutup peritoneum dan kulit. Terdapat pada ± 20% bayi dan lebih tinggi lagi pada bayi prematur. Tak ada perbedaan angka kejadian antara bayi laki-laki dan perempuan.
Lanjutan henia umbilikalis....
Tampak sebagai penonjolan yang mengandung isi rongga perut yang masuk melalui cicin umbilikus
akibat peninggian tekanan intraabdomen, biasanya saat bayi menangis.
tidak menimbulkan nyeri dan sangat jarang timbul inkarserasi.
Penanganan hernia umbilikalis
Bila cincin hernia < 2cm, umumnya akan regresi spontan
Usaha mempercepat penutupan: memasang plester, koin
Bila sampai 1,5 tahun masih menonjol, diperlukan koreksi bedah.
Ada teori lain ditunggu sampai 2 tahun
H umbilikalis pada dewasa : kehamilan, obesitas, asites.
4. Hernia hiatal
Esofagus masuk ke dalam abdomen melalui lubang diafragma dan mengosongkan diri pada ujung bawah ke dalam bagian atas lambung. Normalnya lubang dalam diafragma mengelilingi esofagus dengan kencang dan lambung berada sepenuhnya dalam abdomen, pada hernia ini lubang didiafragma yang dilewati oleh esofagus menjadi membesar dan bagian atas lambung cenderung untuk menggerakkan ke atas bagaian bawah thoraks
ASKEP :
1.Pengkajian
2. Diagnosis keperawatan
3. Intervensi, implementasi dan evaluasi keperawaatan
|